Friday, July 13, 2007

Slackware 12.0 Release

Telat sih, tapi tidak ada kata telat untuk belajar :-P. Jadi bagi teman-teman yang membaca blog saya ini yang belum tahu kalau slackware sudah release versi ter-anyar, sekarang saya kasih tahu.

Saya sendiri sedang dalam proses men-download. Gimana ga download, wong hotspot di kampus kencengnya minta mampus, 100kB/s boss... Sementara belum mau beli dulu. Ada yang murah untuk apa cari yang lebih bagus, lho?? :-D lebih mahal maksudnya.

Dengar-dengar sih ini dia versi slackware ber-kernel 2.6(.21.5) langsung tanpa harus install dulu kernel 2.4-nya. Sudah pakai KDE 3.5.7, XFCE 4.4.1, dan paket-paket aplikasi terbaru lainnya. Dan bagi para newbie, ini dia versi slackware yang sudah otomatis dalam me-mounting removable device. Jadi para newbie tidak bisa lagi mengatakan kalau linux itu, khususnya slackware itu, sulit atau ribet. Selamat mencoba.

Monday, May 28, 2007

Be a Man Be a Slacker

Mulai saat ini, saya akan menjadikan blog saya yang satu ini menjadi blog khusus pembahasan Slackware. Dari mulai slackware 32 bit sampai slamd64 yang 64 bit. Dan tentunya selama masih RameTux @ blogspot brarti blog ini masih tetap menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utamanya. Saya harap siapapun yang mampir dapat memanfaatkan isi dari blog ini. Selamat menikmati perjalanan hidupku bersama para slacker lain. Sampai jumpa di lain posting ;).

Friday, December 15, 2006

Muke gile benerrrr....

Waduh,, emang no pain itu no gain. Smalem suntuk googling, tanya2 forum lom jg ktemu solusinya. Gimana nih yah??
Tapi saya ga akan nyerah, ini brarti bakal menjadi distro linux terbaik saya nih, sama seperti motor vespa saya yg selalu saya rindukan kembali. Dy bikin susah, tp dy bikin otak saya ga jadi es, beku...
Slackware,, slackware,, nyusahin tapi nantangin. Tunggu aj tanggal maennya, saya pasti bisa menaklukan anda hahahahaha....
Ada apa dengan saya????

Qra2 bagi anda yang membaca klo tau solusinya, kabari saya yah!!!
Jadi masalahnya begini:
Saya install slackware di laptop. Trus soundnya ga mau nongol, ada apa dengan soundnya???? Udah dicobain semuanya yg ada di forum@linux,LinuxQuestion.org,dll... tep aj lom nongol jg tu suara...

Tapi saya yakin bakal menemukan solusinya. Tunggu saja sebelum bulan purnama pertama nanti, pasti sudah saya selesaikan hahahahaha..... -macem AADC yah...-

Saturday, November 18, 2006

Pemikiran Barat terhadap Islam

 Mantap nih artikel. Bagi yang suka baca, mikir, especially about Islam just read it!!
Bagaimana pemikiran barat mengenai islam, bagaimana cara barat dalam melihat kemajemukan beragama. Pokonya mantabs dah!!! ;)

Baca aja di sini!

Dengan intelektual, hadapi hidup dengan keterbukaan...

Thursday, November 16, 2006

Kudu Rajin!!

Emang bner klo baru2 blajar mah kudu rajin.

Nih sayah baru bisa install LimeWire ke Ubuntu. Gini nih:

Download LimeWire itu kebanyakan yg .rpm. Ktanya sih ada yg .bin tp sayah dapetnya yg .rpm lagian gampang kok.

0. Pastikan Sun Java udah ter-install. Specific instructions for Ubuntu here: https://wiki.ubuntu.com//Java

1. Download LimeWire terbaru dari http://www9.limewire.com/beta/LimeWireLinux.rpm

2. Pastikan "alien" sudah ter-install:
# sudo apt-get install alien

3. Buat paket Debian dari rpm:
# sudo alien LimewireLinux.rpm

4. Install paket Debian-nya:
sudo dpkg -i limewire-free_{version-number}_i386.deb

Biasanya 4 langkah ini sih bisa langsung beres, cuman suka stuck-nya pas ng-eksekusi LimeWire-nya.

Mungkin salah satunya keluar begini:

OOPS, you don't seem to have a valid JRE. LimeWire works best with Sun JRE available at http://www.java.com
OOPS, unable to locate java exec in /usr/lib/ hierarchy
You need to upgrade to JRE 1.4.x or newer from http://www.java.com
ls: /usr/java/j*: No such file or directory
OOPS, unable to locate java exec in /usr/java/ hierarchy
You need to upgrade to JRE 1.4.x or newer from http://www.java.com
ls: /opt/j*: No such file or directory
OOPS, unable to locate java exec in /opt/ hierarchy
You need to upgrade to JRE 1.4.x or newer from http://www.java.com



Biasanya itu karena Sun Java yg udah di-install tadi lom menjadi default java-version -nya. Caranya :

# update-java-alternatives -l
trus bakal nampil :

java-gcj 1041 ....
java-1.5.0-sun ....


Klo bgini pilih yang java-1.5.0-sun
# sudo update-java-alternatives -s java-1.5.0-sun

Nah, sampai disitu kbetulan kalo sayah sih rebes. Walopun dalem "Specific instructions" sih ada tambahan nih :

You should also edit /etc/jvm and move /usr/lib/jvm/java-1.5.0-sun to the top of JVMs offered.

Oke deh, segitu dulu dari saya. Semoga bermanfaat!!
Assalamu 'alaykum...

Wednesday, November 15, 2006

Debian GNU/Linux gampang!!

Awal2 saya ktemu linux langsung ksengsem. Walopun sbenernya sih ga terlalu ngarti. Tapi untung ada tmen yang rada jago ngoprek komputernya. Yah saya belajar bareng-bareng dia aja.

Pertama nyoba pake linux tuh Red Hat 9.0. Tapi kok suaranya ga mau keluar yah?? Berhubung blum ngerti2 juga, ya udah saya balik lagi aja ke Window$. Trus saya nemu Debian. Berulang-ulang di install tetep aj ga mau nampil tu GUI. Maklum masih butuh yang gampang2 :D. Trus lagi, nyobain pake Mandrake(sekarang sih Mandriva), SuSe, Xandros, Xnuxer, Slackware, Ubuntu, sampe akhirnya ke Debian lagi (banyak yah??!!) :D.

Nah ternyata bener kan, klo saya harus kasih yang gampang2 dulu baru dah ngarti. Buktinya sekarang saya bisa pake Debian. Dan ini tentunya tidak lepas dari bantuan tmen2 dari Forum@Linux.or.id juga sih. Dan ternyata gampang loh Debian. Mo install tinggal

#apt-get install [nama_program]  --> Walopun harus ada koneksi internetnya siih...

tapi ada
#dpkg -i [nama_program] kok --> Klo ga ada koneksi

Dan sekarang udah gampang klo install-nya juga, walo masih text mode hehe...
Yang pasti Debian GNU/Linux ga kalah deh ama distro-distro kelas kakap laen yang bisa disebut user friendly-lah...


Pokonya bagi siapa saja yang ingin distro2 linux bisa hubungin saya!! Tar ta' burn-in deh.. ok!!!

Open Source in Sukabumi

Jago Open Source Asia Akan Berkemah di Sukabumi

Wicaksono Hidayat - detikInet

Jakarta, Sebuah gelaran bertajuk Asia Source II akan diadakan di Sukabumi, Jawa Barat, pada awal 2007. Gelaran itu akan menjadi perkemahan bagi jago-jago Open Source Asia.

Asia Source II merupakan kelanjutan dari Asia Source I yang diadakan di Bangalore, India, Januari 2005. Asia Source merupakan kegiatan 'perkemahan' (technology camp) yang mendekatkan teknologi Open Source untuk digunakan di kalangan Organisasi Non-Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan organisasi sosial lain.

Gelaran kedua ini sengaja akan diadakan di Sukabumi, Jawa Barat, untuk memperkuat kesan perkemahan dan kedekatan komunitas. Penyelenggara kegiatan ini adalah International Open Source Network (IOSN), Tactical Technology Collective, InWEnt, ICT Watch, Yayasan AirPutih dan Aspiration Tech.

"ICT Watch menjadi mitra lokal utamanya. Sedangkan untuk menangani acaranya dipegang oleh siswa SMK Jayawisata," tutur Bona Simanjuntak, aktivis ICT Watch kepada detikINET, Rabu (8/11/2006).

Terdapat empat tema besar yang bisa dipilih peserta, yaitu 'Penerbitan dan Penyiaran Terbuka' (Open Publishing and Broadcasting), 'Akses dan Perangkat Alternatif' (Alternative Hardware and Access), 'Migrasi dan Implementasi Open Source' (FOSS Implementation and Migration), serta 'Manajemen Informasi' (Information Management).

Untuk mengikuti kegiatan ini, peserta dipungut biaya US$ 75. Penyelenggara membuka 'beasiswa' bagi calon peserta yang ingin hadir namun kesulitan biaya. Formulir pendaftaran 'beasiswa' tersebut bisa dilihat di situs IOSN, pendaftaran dibuka hingga 25 November 2006.

Acara ini, meski cukup bergengsi, tidak akan digelar secara jor-joran dengan berbagai fasilitas mewah. Seperti Asia Source I, penyelenggara menghendaki suasana yang akrab di antara peserta layaknya sebuah perkemahan. "Di sana semua peserta bisa menjadi guru dan bisa menjadi siswa," tukas Bona.

Dalam kegiatan itu juga tidak akan disediakan akses radio atau televisi, hanya internet. "Itupun dengan koneksi seadanya, sehingga para participant akan dipaksa berpikir bersama dan tahu, inilah kondisi nyata dari negara berkembang," ujar Bona.

Asia Source II didukung oleh Kementerian Federal Jerman untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan, Humanist Institute for Cooperation with Developing Countries, Asia Pacific Development Information Network - United Nations Development Network dan International Development Research Centre, Kanada.


Diambil dari : http://www.detikinet.com/
Rabu , 08/11/2006 11:37 WIB

Wah emang kalo orang-orang merdeka itu berasal dari daerah terpencil ;).